Daerah

BP3MI Sulteng dan OJK Kerjasama Cegah Pekerja Migran Indonesia Nonprosedural dan Literasi Keuangan

×

BP3MI Sulteng dan OJK Kerjasama Cegah Pekerja Migran Indonesia Nonprosedural dan Literasi Keuangan

Sebarkan artikel ini

SULTENG – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah bekerjsama dengan OJK Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi Pencegahan Pekerja Migran Indonesia Nonprosedural dan Literasi Keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah 1 Palu, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta dari Pemuda Muhamadiyah Palu, tenaga pendidik, dan para siswa SMK Muhammadiyah 1 Palu.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Odel Musnal mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi terkait tata kelola Pekerja Migran Indonesia, prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan legal.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini juga untuk meningkatkan literasi keuangan agar peserta mampu mengelola keuangan secara bijak.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah menyampaikan arahan Presiden dan Menteri P2MI yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelindungan dan penguatan penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil di sektor formal (medium–high skill), pengurangan penempatan nonprosedural, serta pemanfaatan SMK dan BLK sebagai ujung tombak supply Pekerja Migran Indonesia profesional dan terampil.

Mustaqim menjelaskan program prioritas nasional “SMK Go Global” menjadi quick win dengan target penempatan besar yang bersumber dari lulusan SMK, didukung oleh kebijakan kelas migran, link and match internasional, serta kewajiban sertifikasi kompetensi dan bahasa asing.

“SMK diposisikan sebagai aktor strategis dalam menyiapkan CPMI yang terampil dan profesional melalui pendidikan vokasi berbasis kompetensi,” jelas Mustaqim.

Mustaqim berharap dengan kegiatan ini, masyarakat semakin memahami pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam bekerja ke luar negeri, sehingga dapat meminimalkan risiko dan memastikan perlindungan yang optimal bagi seluruh pekerja migran Indonesia

Sementara itu, Asisten Manajer Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Megawati menekankan pentingnya pemahaman keuangan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia agar mampu mengelola penghasilan secara cerdas dan terhindar dari berbagai bentuk penipuan finansial.

Megawati mengingatkan maraknya modus penipuan yang kerap menyasar Pekerja Migran Indonesia, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, arisan fiktif, penipuan transfer uang, serta penyalahgunaan identitas.

Oleh karena itu, kata dia, calon Pekerja Migran Indonesia diimbau untuk hanya menggunakan produk dan layanan keuangan yang legal, terdaftar, dan diawasi oleh OJK, serta selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi OJK.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini peserta tidak hanya mampu melindungi diri dari risiko penipuan, tetapi juga dapat mengelola hasil kerja secara produktif dan berkelanjutan demi kesejahteraan diri, keluarga, dan masa depan,” ungkap Megawati. (red)

Sumber:  (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)