JAKARTA – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK LAUS Indonesia) menunjukkan komitmennya untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Hal itu dibuktikan dengan menyelenggarakan Sharing Session sekaligus Pelepasan Peserta Program Pemagangan Resmi ke Jepang.
Kegiatan tersebut digelar di Kantor LPK LAUS Indonesia, Kel. Jatisampurna, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 18/7/2026). Sebanyak 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hadir langsung pada acara tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Asisten Deputi Pemasaran Usaha Masyarakat Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muslim, serta Protokoler Kepresidenan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Kwinta Masalit.
Kehadiran para tamu kehormatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program pemagangan internasional.
Kegiatan semakin istimewa dengan hadirnya dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang program pemagangan ke Jepang, yaitu Neo Japan sebagai Guest Star dan Nirwan Ikhlas selaku Direktur Sending Organization KINKI SULTRA SINERGI serta Mr. Kanemoto selaku Supporting Partner Kinki Sultra Sinergi di Jepang.
Sebagai mitra strategis LPK LAUS Indonesia, KINKI SULTRA SINERGI memiliki peran penting sebagai Sending Organization yang menjembatani proses penempatan peserta program pemagangan ke berbagai perusahaan di Jepang. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menghadirkan program pemagangan yang resmi, berkualitas, aman, dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri di Jepang.
Baca juga: Perluas Akses Program Magang ke Jepang, LPK LAUS Muna Barat Buka Cabang di Jakarta
Dalam sesi Sharing Session, Neo Japan membagikan pengalaman, motivasi, serta kiat sukses menghadapi dunia kerja dan kehidupan di Jepang. Neo Japan menceritakan bahwa selama berkarir di Jepang dirinya mendapatkan budaya kerja yang berbeda.
Ia mengaku bahwa disiplin menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan. Untuk itu, ia mengajak para peserta agar mempersiapkan diri dengan baik. Selain Bahasa, kata dia, pemahaman Budaya Jepang juga menjadi modal penting untuk berkarir di Jepang.
Sementara itu, Nirwan Ikhlas menjelaskan secara komprehensif mengenai mekanisme program pemagangan, kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri, tanggung jawab peserta selama berada di Jepang, hingga peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan masa pemagangan.
Dalam paparannya, Mr. Kanemoto memperkenalkan metode pembelajaran bahasa Jepang yang memanfaatkan teknologi digital sehingga peserta dapat belajar secara lebih efektif, fleksibel, dan interaktif. Melalui aplikasi tersebut, peserta tidak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa, tetapi juga dapat berlatih percakapan serta meningkatkan kemampuan komunikasi langsung dengan penutur asli (native speaker) Jepang.
Materi ini mendapat perhatian besar dari para peserta karena memberikan solusi pembelajaran bahasa Jepang yang modern dan praktis. Dengan pendekatan berbasis teknologi, calon peserta pemagangan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang secara berkelanjutan sebagai bekal menghadapi proses seleksi maupun kehidupan dan dunia kerja di Jepang.
Dalam Sesi diskusi, peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai proses seleksi, persiapan keberangkatan, adaptasi budaya, kehidupan sehari-hari di Jepang, hingga prospek karier setelah kembali ke Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur LPK LAUS Indonesia, L. Munir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen LPK LAUS Indonesia dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki kompetensi, karakter, dan mental yang siap menghadapi persaingan global.
“Hari ini bukan sekadar acara pelepasan. Ini adalah awal dari perjalanan baru bagi para peserta untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan diri di Jepang. Kami berharap seluruh peserta mampu menjaga nama baik Indonesia, menjunjung tinggi disiplin, integritas, dan etos kerja, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dan pengalaman yang kelak dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujar Munir.
Prosesi pelepasan peserta berlangsung dengan penuh haru. Para peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, pelatihan bahasa Jepang, pembentukan karakter, serta persiapan administrasi secara resmi dilepas untuk mengikuti program pemagangan di berbagai perusahaan di Jepang.
Kegiatan ini juga menjadi bukti semakin besarnya minat masyarakat terhadap program pemagangan resmi ke Jepang. Kehadiran lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat kepada LPK LAUS Indonesia sebagai lembaga pelatihan kerja yang berkomitmen memberikan layanan pendidikan dan penempatan yang profesional.
Melalui sinergi bersama para mitra, pemerintah, serta dunia industri, LPK LAUS Indonesia akan terus memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, meningkatkan kompetensi, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Di akhir kegiatan, manajemen LPK LAUS Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, narasumber, mitra kerja, peserta, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Diharapkan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna menciptakan lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkarya di tingkat internasional melalui program pemagangan resmi ke Jepang. (rs)






