JAKARTA – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bakal meluncukran program Beasiswa Patriot dan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Jilid II. Pelepasan peserta program ini direncanakan pada pertengahan 2026.
Program tersebut meupakan upaya strategis Kementerian Transmigrasi untuk pengembangan sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi.
Selain itu, Beasiswa Patriot juga dirancang sebagai percepatan pembangunan kawasan transmigrasi melalui penguatan kapasitas akademik, karakter, dan kepemimpinan generasi muda.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan Beasiswa Patriot tidak hanya bertujuan mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk SDM yang tangguh secara mental, fisik, dan sosial, serta siap mengabdi di lapangan.
“Memiliki minat dan komitmen untuk berkontribusi dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi,” ujar Iftitah Sulaiman saat Rapat Pimpinan di Kantor Kementerian, Rabu (7/1).
Dalam rapim tersebut, sejumlah aspek utama juga dibahas, mulai dari skema seleksi peserta, sebaran perguruan tinggi mitra, tematik besar riset dan tesis, hingga pola penugasan mahasiswa di kawasan transmigrasi.
Program ini diarahkan untuk mendukung penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Pada rapat tersebut juga disepakti bahwa penerima Beasiswa Patriot akan menjalani masa pendidikan sekaligus pengabdian di kawasan transmigrasi, dengan fokus awal pada beberapa lokasi prioritas, antara lain Barelang (Kepulauan Riau), Kalukku (Sulawesi Barat), dan Salor (Papua Selatan).
Melalui Rapim ini, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menyiapkan Beasiswa Patriot secara matang, terukur, dan akuntabel, agar mampu menjadi program unggulan dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi berbasis sumber daya manusia unggul. (red)
Sumber: Kementerian Transmigrasi






