Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi kinerja Kementerian Transmigrasi atas capaian nyata program transformasi transmigrasi 2026.
Hal itu diungkapkan Menko AHY dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Transformasi Transmigrasi Tahun 2026, Kamis (5/2/2026).
Menko AHY mengatakan bahwa Kementerian Transmigrasi berhasil mengawal program revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi yang semakin terarah, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, meskipun baru kembali berdiri sebagai kementerian mandiri.
“Visi, misi, dan kolaborasi yang tengah dijalankan, saya rasa bisa kita ikuti dan apresiasi dan tidak ada alasan lain untuk tidak memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Transmigrasi dan semua pihak yang juga telah menjadi bagian besar dari program-program tadi,” kata Menko AHY.
Sebelumnya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memaparkan capaian program transformasi transmigrasi melalui 5T, yaitu Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Patriot, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Gotong Royong, dan Transmigrasi Karya Nusa.
Menteri Iftitah menegaskan bahwa transmigrasi kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru di 154 kawasan transmigrasi.
“Strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita memiliki misi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan lebih dari 8 persen,” kata Mentrans Iftitah.
Melalui program Transmigrasi Tuntas, kata dia, Kementerian Transmigrasi telah memberikan kepastian hukum lahan dengan menerbitkan sertifikat hak milik bagi transmigran di 154 kawasan transmigrasi melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN dan pihak terkait.
“Dengan moto ‘Tuntas Lahan Tuntas Harapan’, kami menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan lahan yang terbengkalai selama puluhan tahun. Sertifikat tanah bukan sekadar dokumen, tapi kepastian hukum, di 2025, lebih dari 13.000 transmigran akhirnya memperoleh SHM,” ucap Menteri Iftitah
Sementara itu, program Transmigrasi Patriot telah menerjunkan 2.000 peneliti dari 24 perguruan tinggi ke kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi daerah, dengan menghasilkan sekitar 400 output penelitian.
“Misinya untuk memetakan dan membuka potensi ekonomi di kawasan-kawasan transmigrasi, ini merupakan kolaborasi 24 perguruan tinggi tanah air. 44 guru besar, 356 lulusan magister dan doktoral, 846 lulusan sarjana, dan 754 mahasiswa, memiliki 400 output penelitian,” ujar Menteri Iftitah.
Program Transmigrasi Lokal memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk memperoleh hak sebagai transmigran tanpa harus berpindah wilayah, sebagai upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial.
“Masyarakat lokal yang sudah tinggal di kawasan transmigrasi dapat diberikan hak sebagai transmigran tanpa harus berpindah tempat. Yang berpindah adalah kesejahteraannya dalam arti luas, tidak hanya ekonomi, tetapi juga rasa adil dan keamanannya,” kata Menteri Iftitah.
Adapun program Transmigrasi Gotong Royong dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam penggunaan APBN untuk membangun infrastruktur dan sarana pendukung di kawasan transmigrasi, sementara Transmigrasi Karya Nusa berhasil membuka lapangan kerja, salah satunya melalui pilot project kawasan transmigrasi Melolo, Nusa Tenggara Timur, yang menyerap tenaga kerja di sektor industri gula.






